Kamis, 01 November 2012

Sinopsis Film A Crazy Little Thing Called Love ( First Love )

A Crazy Little Thing Called Love
 
 
Pernah jatuh cinta? Pasti pernah dong! Kata orang sih cinta pertama nggak bisa dilupakan. Bener nggak?! Namanya juga pertama, pasti di inget-ingetlah… ahihihihi :)
By the way, pernah ngerasain cinta pertama bertepuk sebelah tangan? Yang ketawa berarti pernah ngerasain tuh?! Hahahaha, nah lhoh?! Ketauan tuh?! Ahihihihi :)

Dan pernah juga nggak ngalami cinta yang dari dulu sampe sekarang nggak berubah-ubah dengan orang yang sama? Kalau Pernah, copis banget tuh! Cocok pisan dengan cerita di film Crazy Little Thing Called Love ini.
Sebenernya jarang banget saya nonton film Thailand. Berawal dari iseng ngutek-ngutek lepi adik saya, dan di dalam folder ‘pHieleM’ ada file film-film Thailand, semenjak itu saya ngelirik-ngelirik gitu deh… mwuahahaha
Ya tapi hanya film-film yang saya anggap bagus aja sich. Hehehe… salah satunya film yang menurut saya bagus adalah Crazy Little Thing Called Love ini.
Ehm! Ehm… anyway, film ini bercorak komedi-romantis. Dalam Crazy Little Thing Called Love ini bercerita tentang seorang gadis berusia 14 tahun yang lebih mirip Betty Lafea bernama Nam yang diperankan oleh Pimchanok Luevisetpaibool, jatuh cinta kepada salah seorang seniornya yaitu Shone yang diperankan oleh Mario Maurer.
pi Nam dan Shone
Shone adalah pria yang mempunyai wajah rupawan di sekolah. Karena wajah Shone yang sangat tampan itu dan ditambah lagi dengan kepribadian yang menarik serta kemampuan olahraga yang mengagumkan otomatis menjadi idol di sekolahannya. Dan Nam bukanlah satu-satunya gadis di sekolah yang jatuh hati terhadap Shone. Dengan wajah dan kepribadian yang di bawah standar, jelas Nam bukanlah seorang yang bisa mengambil hati Shone.
Dengan bantuan ‘para kurcaci’ teman-temannya, dan sebuah buku yang berisi berbagai metode untuk mendapatkan hati seorang pria, Nam mulai melakukan berbagai perubahan pada dirinya. Suatu perubahan yang secara perlahan, tanpa disadari Nam, malah membuatnya menjadi seorang yang lebih baik dari sebelumnya.
coba bandingkan dengan foto yang ini dengan yang di atas?
Ya beti-beti (beda tipis)lah dengan kisah dongeng. Di sisi lain film ini juga menyimpan realisme yang sangat kuat dalam cerita yang disajikannya. Terutama bagi yang sempat mengalami kisah cinta tak berbalas saat masih duduk dibangku sekolah. Hayo ngaku?!?! Ehekehek :)
Dan bagi yang pernah mengalaminya, adegan-adegan tertentu di film ini seperti mengulang kembali perasaan yang mengharu-biru dan sempat terpendam beberapa lamanya di benak. Nah, di bagian yang ini, saya sempet mewek-mewek, huhuhuhu…
Tapi, nggak seru kalau saya ceritain berlete-lete alias bertele-tele di sini. So, langsung cekidot aja deh filmya. Terkhusus yang penyuka film komedi-romantis, dijamin bagus deh! dan akan menggumamkan kata, “eeewww, so sweet…” sembari menghapus air mata yang menetes di pipi ^ ^

Sumber : disini Kawan

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

0 komentar:

Poskan Komentar